<p>Dalam upaya mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Badung, I Wayan Darma, S.Sos., M.A.P. melakukan koordinasi kedinasan dengan Kepala Dinas Pertanian & Pangan Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, S.P., M.Si pada hari Senin, 24 Agustus 2026. Pertemuan ini fokus pada penyelamatan sektor pertanian dari ancaman kekeringan akibat puncak musim kemarau.</p> <p>Dalam kesempatan ini, Kalaksa BPBD Badung memaparkan hasil rapat koordinasi BPBD se-Bali. Merujuk pada data BMKG dan BPBD Provinsi Bali, fenomena El Niño kuat yang terjadi pada tahun 2026 ini diprediksi membuat durasi musim kemarau menjadi lebih panjang dan kering. Oleh karena itu, penguatan sinergi lintas sektor mutlak diperlukan.</p> <p>Langkah taktis yang disepakati adalah melakukan pemetaan wilayah rawan serta pendataan intensif terhadap lahan pertanian yang terdampak. Sebagai solusi jangka panjang, jika eskalasi kekeringan meningkat, pemerintah daerah akan mengusulkan pembuatan sumur bor guna mengalirkan air ke lahan-lahan kritis.</p> <p>Strategi mitigasi ini telah mendapatkan dukungan penuh dari Sekretaris Daerah Kabupaten Badung sebagai wujud komitmen pelayanan publik yang responsif. Dengan kesiapsiagaan yang matang, diharapkan para petani tetap dapat berproduksi secara optimal di tengah tantangan cuaca ekstrem.</p> <p>#BPBDBadung #DinasPertanianPanganBadung #KabupatenBadung #SiagaBencana #Kemarau2026 #KetahananPangan #BadungHebat</p>
Guna Jaga Ketahanan Pangan, BPBD dan Dinas Pertanian & Pangan Kabupaten Badung Perkuat Sinergi Hadapi Kemarau Ekstrem
24 Aug 2026